Ku pegang ganggang pintu, ku hela nafas, ingin rasanya aku tak pulang kerumah tapi aku rindu suasana rumah. Kubuka pintu rumah, dan sudah kuduga, seorang pria yang baru saja menjadi anggota keluargaku berdiri didepanku dengan tatapan kesal.
"Kenapa wajahmu itu Sehun? Dan ini sudah jam berapa?" Ocehnya, ku hanya diam dan menunduk saja.
"Kau ini, lihatlah eommamu mengawatirkanmu." Lanjutnya.
"Bisahkah kau diam dan biarkan aku kekamar?"Kataku, yang disambut gelengan kepala pria itu.
Aku berjalan menuju kamarku, dan kulihat adikku yang paling kecil sedang menonton tv, hmm dia bergadang lagi. Keluargaku awalnya hanya aku dan eommaku, aku tak pernah tau siapa appa kandungku, lalu eommaku mengadopsi empat anak perempuan dari panti asuhan yang tak terurus karena kasihan dengan mereka. Aku menerima dengan baik mereka berempat meski terkadang aku dan mereka sering bertengkar. Meski begitu akulah anak yang paling dekat dengan eomma, namun itu berubah saat eomma menikah lagi dengan pria itu.
Aku masuk kekamar, ku kunci pintu kamarku dan langsung ku baringkan tubuhku ke kasur. Sakit sekali tubuhku, memar diwajah karena berantem, kaki yang terkilir karena jatuh juga, sial sekali hari ini. Ku pejamkan mataku, dan berdoa esok aku bisa melihat wajah eommaku disampingku.
Keesokan harinya--
Kurasakan kepalaku dielus oleh seseorang, dan ini benar-benar membuatku nyaman sekali. Serasa sudah lama tak merasakan hal ini.
"Sehun, ayo bangun." Kudengar suara yang sangat lembut membangunkanku. Kubuka mataku dan kulihat seorang wanita yang sangat kusayang disampingku. Ingin rasanya aku meneteskan air mata namun, aku laki laki dan sudah besar.
"Eomma." Kupeluk eomma dengan penuh kasih sayang dan dia membalasnya.
"Kau kemana saja Sehun? Kita semua khawatir nak." Kata eomma, sambil mengelus punggungku.
"Mianhae eomma, aku hanya ingin sendiri." Jawabku lirih.
"Harusnya kau jangan begitu, kalau ada masalah cerita nak, ada eomma, eunbi, eunha, yerin dan umji juga, jangan seperti ini eomma khawatir. Apalagi kau pulang dengan wajah babak belur seperti itu."
"Ne Eomma." Jawabku lirih, dan entah kenapa air mataku menetes. Ku eratkan pelukanku.
Kita terdiam untuk beberapa saat dan aku tau kalau eommaku pasti sedang menangis. Ini adalah hal yang sangat menyakitkan bagiku, membuat eomma menangis.
"Huft, sudahlah ayo kita makan." Kata eomma sambil melepaskan pelukan kami. Aku hanya mengangguk saja. Kita keluar kamar dan menuju ke ruang makan. Kulihat sudah ada masakan kesukaanku dimeja makan dan tentunya keempat adikku sudah duluan makan.
"Oppa, kajja kita makan." Kata Umji sambil tersenyum kepadaku. Aku hanya mengangguk dan duduk didepannya.
"Ini oppa, kuberikan khusus buatmu yang sukses membuat kita khawatir." Eunbi memberikanku sepiring makanan.
"Gomawo." Jawabku, sambil mengambil piringnya.
"Ini oppa, kuberikan khusus buatmu yang sukses membuat kita khawatir." Eunbi memberikanku sepiring makanan.
"Gomawo." Jawabku, sambil mengambil piringnya.
"Haaah, Sehun appa ingin tanya, kemana saja kau?" Aku diam saja. Aku tak berani menjawab pertanyaan ini karena aku tau aku akan diusir atau membuat eommaku sedih dengan kelakuanku.
--
Ku belai rambutnya, matanya yang indah, wajahnya yang cantik sungguh membuatku terpanah. Kulumat bibir kecilnya yang manis, ku kulum lembut bibirnya. Dia mulai membalasnya dan memeluk leherku. Kita berpanggutan cukup lama. Ku lepas panggutan kita, kucium pipinya lalu turun ku cium lehernya. Ku buat tanda merah di leher yeoja yang kusayang.
"Shhh sehun." Desahnya, saat ku kissmark lehernya serta tanganku meremas pdnya yang menggoda.
"Waeyo nuna?" Ku tatap dia dengan penuh kasih sayang,
"Aniya chagiya." Jawabnya.
Kulanjutkan memainkan pdnya, kuremas, ku elus-elus pdnya. Ku lihat yeojachingu ku memejamkan matanya sambil sesekali mendesah. Ku mainkan nipplenya yang sebelah kiri sambil ku kulum nipple sebelah kanannya. Kurasakan jrku dielus oleh tangan mungilnya, uuuh nikmat sekali rasanya.
--
Ku belai rambutnya, matanya yang indah, wajahnya yang cantik sungguh membuatku terpanah. Kulumat bibir kecilnya yang manis, ku kulum lembut bibirnya. Dia mulai membalasnya dan memeluk leherku. Kita berpanggutan cukup lama. Ku lepas panggutan kita, kucium pipinya lalu turun ku cium lehernya. Ku buat tanda merah di leher yeoja yang kusayang.
"Shhh sehun." Desahnya, saat ku kissmark lehernya serta tanganku meremas pdnya yang menggoda.
"Waeyo nuna?" Ku tatap dia dengan penuh kasih sayang,
"Aniya chagiya." Jawabnya.
Kulanjutkan memainkan pdnya, kuremas, ku elus-elus pdnya. Ku lihat yeojachingu ku memejamkan matanya sambil sesekali mendesah. Ku mainkan nipplenya yang sebelah kiri sambil ku kulum nipple sebelah kanannya. Kurasakan jrku dielus oleh tangan mungilnya, uuuh nikmat sekali rasanya.