Aku lahir dikeluarga nonis, namun aku lahir dikeluarga yang mempunyai toleransi besar. Namun aku tidak akan membahas tentang keluargaku, aku akan membahas ceritaku dari aku kecil. Dari tk aku sudah mengenal apa itu game, mungkin dulu aku baru mengenal gamebot saja. Namun dari Gamebot itu aku mulai mengenal dunia game dan lebih luas lagi. Menginjak umur 7thn atau mulai masuk sd, aku mulai kenal ps 1 dan aku membelinya. Tiada hari tanpa bermain ps. Bisa dibilang sehari aku bisa main ps sampek 6 jam sehari, apalagi kalau hari sabtu lebih dari 6 jam pun bisa.
Masuk ke kelas 4 sd aku dibelikan ps 2, mulai dari situ jam bermain psku mulai bertambah. Namun disisi lain aku masih suka mengoleksi mainan, berbagai mainan. Dan seperti anak umur 10thn lainnya aku masih suka nonton kartun terutama kartun disney. Beranjak smp, tepatnya kelas 6 aku sudah mengenal game di komputer, dan masuk smp aku mulai suka dengan game game online hingga sekarang.
Masuk kelas 3 smp, aku makin sering bermain game online. Karena di smp aku dulu gak punya teman sama sekali aku mulai berpikir untuk mencari teman di dunia game saja. Aku tak pernah peduli dengan nilai nilai ku. Bahkan aku benar benar menjadi anak yang tak peduli sekitar. Aku lebih emosional, lebih egois, dan bisa dibilang aku menjadi anak yang introvert. Dan itu semua membuat nilaiku benar benar hancur, berkali kali aku harus berurusan dengan guru BK karena nilai tryoutku berada di peringkat bawah. Namun aku tak pernah peduli sama sekali. Aku keluar les, dan aku selalu berdiam diri dikamar untuk bermain game dan belajar dance. Selama itu aku hanya punya satu teman saja, yang bisa dibilang sudah aku dan keluargaku anggap sebagai kakakku.
Dan saat UNAS smp aku benar-benar kacau, ngantuk berat, gak ngerti sama sekali. Dan akhirnya aku mendapatkan nilai paling bawah disekolah meski aku lulus. Namun beban berat yang harus aku tanggung adalah, aku harus bisa masuk ke smk negeri. Aku stress karena perbuatanku sendiri namun lagi lagi game membuatku lupa akan stressku. Dan aku bisa masuk ke smk negeri, meski bukan smk favorite namun setidaknya aku bisa bersekolah di negeri, meski dengan cara kotor.
Masuk Smk aku makin menggila, aku mulai mengenal banyak teman, aku mulai mengenal beragam obat-obatan, dan aku mulai mengenal berbagai macam game. Namun saat kelas 10 aku jarang sekali bermain game, karena sibuk keluar dengan temanku. Ya, aku mulai minum-minum, ngepil, namun itu kita lakukan dirumahku. Namun masuk kelas 2 aku kembali menjadi gamers yang gak peduli apapun. Bahkan lebih parah lagi, aku menghabiskan uangku hanya untuk keperluan game. Dipikiranku hanya ada game, bahkan aku rela bolos sekolah demi bermain game.
Kelas 11 benar benar menjadi masa dimana aku benar benar seorang gamers, meski aku punya pacar entah kenapa aku lebih suka bermain game. Naik ke kelas 3 aku mengurangi waktu bermain game, aku mulai masuk les khusus matematika. Saat UNAS mungkin aku benar benar santai, karena aku yakin semuanya lulus, dan benar saja semuanya lulus, namun nilaiku anjlok parah.
Dan sekarang menginjak umur ke 20thn aku masih suka bermain game namun, entah kenapa aku sangat jarang bermain game. Namun terkadang aku menyesal selama ini mengenal game dan membuatku susah menjadi dewasa. Di umur hampir 20thn, aku masih berpikir seperti anak kecil, Masih emosional, egois, susah menyelesaikan masalah sendiri. Bahkan aku gak pernah bisa paham situasi. Terkadang aku menyesal namun terkadang masa bodo akan hal itu. Dan aku membuat kisah ini pun aku sendiri bingung dengan diriku sendiri, aku harus apa? Berhenti bermain game? Aku rasa itu susah.
Namun aku berpikir makin lama aku bermain game aku akan menjadi apa nanti? Namun di otakku selalu penuh dengan menjadi gamers pro. Namun aku tau aku akan sangat ditentang untuk hal itu apalagi keluargaku lagi dimasa susah. Tapi aku tak bisa lepas dari game. Ini benar-benar membuatku bingung. Aku ingin banyak hal namun aku susah untuk meninggalkan hal yang telah menemaniku sejak kecil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar